Total Tayangan Halaman

Senin, 11 Maret 2013

Dia, Laki-laki Pilihanku

Dia, laki-laki pilihanku. Yang nyaris selama lima belas tahun menemaniku. Tanpa kata-kata romantis, bahkan sejak kami berpacaran dulu hingga saat dia memintaku untuk menjadi istrinya sekalipun. Tanpa hadiah dan kejutan di hari ulang tahunku maupun ulang tahun pernikahan kami. Tanpa pujian sekaligus tanpa celaan untuk setiap busana yang kupilih untuk kukenakan.

Dia, laki-laki pilihanku. Yang tak pernah mengirimiku surat cinta sampai sms mesra. Tak pernah ada dalam kamusnya sebutan, " lady first...". Tak pernah ada dalam rencananya untuk membuat makan malam spesial dengan lilin temaram dan menu favoritku. Tak pernah ada dalam keinginannya untuk menuliskan kata-kata indah dalam status jejaring medianya yang khusus diperuntukkan bagiku. 

Dia, laki-laki pilihanku. Yang semua acara televisi favoritnya juga menjadi favoritku. Semua makanan kesukaannya menjadi kesukaanku. Semua kegemarannya bahkan menjadi kegemaranku. Semua pilihannya seolah adalah yang tercocok untukku. Semua keinginannya serta merta akan menjadi keinginanku.

Dia, laki-laki pilihanku. Yang aku selalu bisa membaca jalan pikirannya, dan selalu ku usahakan untuk bertemu dengannya di ujung jalan itu. Yang aku selalu berusaha untuk menerima semua rangkaian kalimatnya yang kadang berseberangan dengan rangkaian kalimatku. Yang aku selalu mencoba untuk membunuh luapan emosiku demi agar selalu bisa bersanding dengannya. Yang aku selalu ingin untuk bilang "iya.." karena aku tahu itu akan membuatnya bahagia.

Dia, laki-laki pilihanku. Yang mampu membuat rasa sakit menjadi tegar. Yang sanggup membungkus takut menjadi percaya. Yang dengan gagah berani menyulap khawatir menjadi yakin. Yang bisa merubah jujur menjadi cita-cita.

Memilihnya : Aku, tak pernah menyesal. Aku, tak pernah kecewa. Aku, tak pernah ingin pergi darinya. Aku tak pernah akan menyudahinya. Aku bahagia. Karena aku mencintainya. 

Dia, laki-laki pilihanku. Yang kepadanya akan kugantungkan seluruh hidupku. Kepadanya akan kuserahkan semua mimpiku. Kepadanya akan kuberikan segala doaku. Kepadanya akan kupersembahkan seribu harapku.

Hingga aku tua renta dan membusuk dalam tanah.


11-03-13

buat kamu yang benci kata-kata puitis, buat kamu yang anti roman picisan, buat kamu yang mengidealkan realita dan keyakinan pada Tuhan di atas segala-galanya.... rencananya buat ultahmu di bulan April, mas......






Tidak ada komentar:

Posting Komentar